Kamis, 16 Mei 2019

Ketika Kapal Berlayar Bartender Yang Habis Kontrak, Penggantinya Tidak Datang, Lalu Saya Yang Jadi Penggantinya

Tidak ada pekerjaan di Kapal Pesiar yang terasa ringan dan tanpa tantangan semua jabatan dan pekerjaan adalah sangat berat dan penuh tantangan, tapi bagi New Hire (pelaut pemula) kita memandang pekerjaan orang lain lebih enak dan lebih ringan menurut kita.
Ada pengalaman yang menarik ketika saya menilai pekerjaan orang lain lebih ringan dari saya. Ketika kapal bertolak dari pelabuhan Port Everglades, Florida - USA, seorang teman yang berprofesi sebagai Officer Bartender (OB) habis kontrak dan memulai Vacation (cuti) terhitung mulai hari itu. Setelah memastikan bahwa Officer Bartender pengganti tidak datang, lalu saya mendatangi kantor Hotel Manager, waktu itu namanya Mr. Theo Hannen (dari Belanda) dan to the point saya utarakan maksud saya tersebut dalam bahasa inggris yang sederhana, "Mr. Theo Hannen... I see on the list, and I was checked in the officer bar, Bartender is going home to have vacation and no body to replace him, so if this possible for me, I would like to replace him...!" Mr. Hanen lalu memandang muka saya dan dia lalu berkata, Oke malam ini kau mulai jadi Bartender, dan ganti seragam GPA Messroom-mu dengan baju Bartender.
Pengalaman kerja sebagai Bartender, bagi sebagian orang adalah pengalaman berharga, tapi tidak buat saya. Hari pertama saya bekerja sebagai Bartender, sungguh saya tidak bisa berbuat banyak, ketika customer  meminta minuman dan berkata: Whiskey On The Rock Please..., dan saya bingung wah, gimana cara bikinnya nih? lalu saya pun bertanya pada Costumer tersebut (kebetulan costumer Officer Bar adalah Crew Kapal yang jabatannya sudah tinggi/Officer) lalu costumer/officer itu mengajari saya cara bikinnya, pertama ambil gelas whiskey yang bergerigi, lalu isi ice cube tiga atau empat potong, truss di tanya lagi customernya: Would you like double or single, jika costumer mintanya double maka isi ghelas yang ada ice cube nya dengan dua sloki, jika single maka isi dengan satu sloki saja. Tiap malam saya belajar dari costumer tentang cara meracik minuman atau di barat sana disebutnya Cocktail, dari mulai Whiskey cola, see breeze, Lubaly Breeze, Gin Tonic, Bloody Marry, Baileys, dan lain-lain termasuk cara penyajiannya. Tanpa terasa sudah lima bulan berlalu dan saya merasakan badan saya semakin kurus, disebabkab karena saya bekerja malam hingga pagi hari, dan sangat kurang tidur, dikarenakan jam makan dari breakfast, lunch, dan dinner adanya di jam tidur saya, hingga seringkali ketinggalan waktu makan dan makanan sudah di clear up. Setiap dinihari ketika Bar tutup, saya seringkali mengantar costumer yang mabuk ke cabinnya. Hal yang sangat berat bagi saya adalah saya sangat sering ketinggalan waktu sholat, dan hati saya bersedih karena tak bisa menjalankan kewajiban ibadah saya. Dan juga profesi sebagai bartender sangatlah bertentangan dengan Syari'ah Islamiyah, sebagaimana ajaran Islam, agama yang saya anut. Ketika Manager Crew Rotation Mr. Fauzi Daud datang (on board) di kapal, saya langsung menghadap dan minta next planing untuk kontrak kerja saya agar tidak di tempatkan sebagai Officer Bartender lagi, alasannya profesi sebagai bartender sangat bertentangan dengan saya yang mantan Santri dan Guru ngaji, Mushola Fathul Jamal di kampung saya. Mr. Fauzi Daud tersenyum kecil, dia berkata: Ustadz..., kok bisa yaa dirimu jadi Bartender!. Lalu saya di kasih jabatan GPA Houskeeping untuk next kontrak berlayar saya. setelah menjalani 4 bulan sebagai GPA Messroom dan 8 bulan sebagai Bartender lalu saya pun menjalani masa cuti, dan diberi cuti selama 5 bulan. Alhamdulillah wa syukurillah saya terbebas  dari rutinitas pekerjaan yang penuh tantangan dan konroversial untuk sementara.


Dari Mantan Pelaut untuk Calon Pelaut

Kamis, 09 Mei 2019

Teknis Pelaksanaan Updating Data EMIS Pontren TP. 2018/2019 Menggunakan Smart Phone dan PC (Laptop & Desktop)



Sebagaimana Surat Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI Nomor: 1367/DJ.I/Set.I/OT.01/03/2019 Perihal Pemutakhiran Data EMIS PD Pontren TP.2018/2019.
Berikut ini kami sampaikan tata cara Updating data EMIS dengan gambar-gambar agar supaya rekan operator EMIS lembaga Ponpes, Ustadz/Ustadzah TPQ ataupun di Madrasah Diniyah lebih mudah memahami dan bisa mempraktekannya.
Langkah pertama masukan akses laman EMIS (ketik di address bar):

 emispendis.kemenag.go.id/emis_pontren/

Setelah akses laman diketik dengan benar dan lengkap di address bar maka akan muncul tampilan seperti di gambar atas.
dan setelah gambar interface nya muncul pilih option layanan yang berada di pojok kanan atas smartphone anda seteleh muncul dialog layanan lalu klik pilihan EMIS PENDIS setelah klik pilihan EMIS PENDIS lalu muncul dialog Selamat Datang, silahkan login (seperti gambar yang kanan atas).
Lalu masukan username (e mail yang dipakai waktu mendaftar) beserta Password.


Jika memasukan username (e mail) dan Password yang benar bisa dipastikan anda akan berhasil login, tapi jika tidak berhasil login maka segera hubungi administrator EMIS di wilayah anda.
Ketika sudah berhasil login, lalu anda diminta melengkapi Data Profil Lembaga di kotak-kotak kosong yang diatasnya tercantum pertanyaan tentang lembaga anda. Dan jika sudah di isi lengkap data Profil lembaga lalu jangan sampai lupa untuk meng'klik' option SAVE seperti tercantum di gambar nomor 2. Setelah data Profil Lembaga tersimpan (sudah di SAVE) lalu periksa DATA PTK (Data Pendidik/Ustadz) jika sudah lengkap terisi maka tinggal klik SAVE saja tapi jika belum mengisinya, maka isi data Pendidik dengan lengkap sesuai data ter update (data terkini), perlu diketahui Up Dating Data EMIS adalah tidak membuat data, hanya meng update data terbaru, jika data yang ada di aplikasi sudah lengkap dan sama dengan data tahun lalu, maka tinggal klik SAVE saja. Setelah semua data guru sudah di input (di update) lalu klik save, dan diteruskan dengan mengisi data Santri (Data Siswa) setelah semua data sudah ter update lalu jangan lupa klik SAVE dan log out.


Pengerjaan Updating Data EMIS akan sangat mudah bila dikerjakan menggunakan Desktop ataupun Laptop (Personal Computer/PC) karena resolusi di komputer jauh lebih baik daripada menggunakan smartphone, dan mencari Option dan menu pilihan di komputer tidaklah serumit menggunakan smartphone. Berikut ini gambaran Updating EMIS menggunalkan PC (Desktop ataupun Laptop)
Langkahnya sama dengan menggunakan smarphone, pertama ketik akses nya di address bar : emispendis.kemenag.go.id/emis_pontren/ lalu masukan username (e mail) dan Password.
Ketika sudah berhasil login, lalu anda diminta melengkapi Data Profil Lembaga di kotak-kotak kosong yang diatasnya tercantum pertanyaan tentang lembaga anda. Dan jika sudah di isi lengkap data Profil lembaga lalu jangan sampai lupa untuk meng'klik' option SAVE seperti tercantum di gambar nomor 2. Setelah data Profil Lembaga tersimpan (sudah di SAVE) lalu periksa DATA PTK (Data Pendidik/Ustadz) jika sudah lengkap terisi maka tinggal klik SAVE saja tapi jika belum mengisinya, maka isi data Pendidik dengan lengkap sesuai data ter update (data terkini),  jika data yang ada di aplikasi sudah lengkap dan sama dengan data tahun lalu, maka tinggal klik SAVE saja. Setelah semua data guru sudah di input (di update) lalu klik save, dan diteruskan dengan mengisi data Santri (Data Siswa) setelah semua data sudah ter update lalu jangan lupa klik SAVE dan log out.

Jika ada masalah tidak bisa login atau belum punya akun, atau belum mendaftar EMIS, maka silahkan hubungi nomor WA: 081318575998 - Whatsapp only and no phone call, seperti contoh di bawah ini:
1. Sebutkan Nomor Statistik Lembaga
2. Sebutkan Nama Lembaga
3.  e mail yang dipakai sebagai Username EMIS
4. Alamat Lembaga
5. Nama Operator EMIS Lembaga


Sumber:
Direktotat JenderalPendidikan Islam
Bagian EMIS (Education Management Information System)
Berbagi hanya dengan kalangan terbatas, Ustadz Ponpes, TPQ, dan MDT Jakarta Timur
  

Selasa, 07 Mei 2019

Gua Dalem Palimanan - Gunung Jaya, Palimanan, Objek Wisata Beraroma Mistis




Gua Dalem Palimanan dianggap tempat sakral dan keramat oleh penduduk setempat, oleh karena itu keberadaannya dipertahankan kelestariannya oleh masyarakat setempat walaupun tempat tersebut berada di wilayah izin pertambangan yang dimiliki oleh PT Indocement, atau Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang merupakan asset negara.
Situs-situs lain di tempat tersebut ada beberapa yang sudah punah karena bukitnya ditambang untuk dijadikan bahan baku semen, seperti Gua Lawang Sanga di Gunung Cupang, Gunung Jarom, Gunung Kromong, dan Banyu Panas, semuanya sudah tidak ada. 
Penduduk setempat sangat mempercayai kalau Gua Dalem Palimanan adalah tempat tinggal Endang Banawati (Ratu siluman) yang sudah beragama Islam, beserta anaknya Raden Gilap Kencana.

Selain Gua Dalem Palimanan, di tempat tersebut ada Objek wisata Gunung Jaya. Gunung Jaya juga merupakan salah satu bukit yang dikeramatkan karena menyimpan berbagai kisah dan sejarah tentang perjalanan penyebaran Agama Islam oleh para Waliallah. Keunikan dari Gunung Jaya adalah Watu Lawang, atau susunan bebatuan yang membentuk formasi pintu yang seolah terukir, dan di puncak gunung jaya terdapat sebuah sumur yang diberi nama Sumur Kejayan. Tapi yang banyak dikunjungi dan dijadikan tempat selfy yaitu Watu Lawang. Fenomena watu lawang karena adanya dua tebing menjulang menyerupai pintu terbuka.

Lokasi objek wisata alam Gunung Jaya yaitu di Desa Cupang, Kecamatan gempol, Kabupaten Cirebon. Akses menuju  Gunung Jaya, watu lawang, dan Goa dalem Palimanan yaitu jalur pertama dari arah Ciwaringin, dekat rumah sakit sumber waras, belok kiri dari pertigaan Jl. Palimanan, jalur ini jaraknya relatif lebih dekat tapi kondisi jalan belum diaspal. Akses kedua, dari pertigaan palimanan belok kanan ke arah Rajagaluh sekitar 1,5 Km kemudian belok kiri melewati sebuah jembatan dan sawah (gunakan goggle maps)

Jembatan Kali Sewo di Jalur Pantura dan Kisah Tragis Saidah Saeni

Tradisi tambangan dan sawer (melempar uang receh) berawal dari penghargaan kepada Saeni sang Ronggeng menyanyi dan menari, di iringi oleh Saidah yang memainkan gendang dan kecrek sebagai alat musiknya, berkesenian khas Pantura (musik tarling). Dan dikemudian hari tradisi ini berubah jadi mitos tentang melempar uang receh sebagai 'sedekah minta selamat diperjalanan'.

Kisah ini berawal dari Saidah dan Saeni anak kepala desa Karang Turi Indramayu yang bernama Sarkawi, bersama ibu tirinya yang bernama Maemunah yang berprofesi sebagai Ronggeng. 
Maemunah sang ibu tiri selalu berpura-pura sayang kepada Saidah dan Saeni bila di depan Sarkawi. Tapi jika Sarkawi tidak ada dirumah maka Maemunah sangat jahat sekali sikapnya kepada saidah dan saeni. Sampai suatu ketika Maemunah membuang kedua anak tirinya di Alas Penjalin (ditengah hutan pesisir Subang). Dari pagi sampai sore Saidah dan Saeni kebingungan tidak tau arah jalan pulang, sampai menjelang malam ada seorang kakek tua yang bernama Aki Kulsum datang menemuinya, Aki Kulsum ternyata Raja Siluman Ular. Aki Kulsum menjanjikan kepada Saeni dengan sihirnya akan merubahnya menjadi Ronggeng terkenal, juga akan merubah Saidah menjadi ahli gendang kecrek yang lihai, tapi Aki Kulsum minta syarat setiap bulan purnama penuh mereka (saidah Saeni) harus menyerahkan tumbal darah manusia di tanggul kali sewo. Karena Saidah dan Saeni merasa tak punya harapan lagi, maka disanggupinya persyaratan tersebut.

Keluar dari rumah Aki Kulsum tempatnya belajar jadi ronggeng, lalu Saidah dan Saeni kemudian ngamen diatas jembatan kali sewo. Saeni sangat piawai menyanyi dan menari dan memiliki daya tarik yang luar biasa, bahkan mampu memikat banyak lelaki, saidah juga sangat ahli sekali memainkan gendang dan kecrek. Akhirnya Saidah dan Saeni pun sering di undang show ditempat-tempat keramaian penduduk, kadang di acara hajatan, kadang pula di acara pasar malam sebagaimana tradisi unjungan masyarakat setempat. Saeni jadi artis terkenal pada zamannya, seperti halnya Syahrini yang cetar membahana. Tapi kesibukan show Saidah Saeni membuat mereka lupa akan janjinya pada Aki Kulsum, sudah tiga tahun berlalu Saeni dan Saidah tidak menemui Aki Kulsum di kali sewo, dan hal itu membuat marah besar Aki Kulsum sang siluman ular. Ketika rombongan group tarling Saidah Saeni melewati jembatan kali sewo, dengan sihirnya Aki Kulsum menutup penglihatan pengemudi rombongan dan mengarahkannya nyebur di kali sewo, ketika Saidah Saeni tercebur di kali sewo, seketika itu pula Aki Kulsum dan siluman lainnya menyeret Saidah Saeni dan rombongan. Saidah Saeni menjadi tumbal pesugihannya sendiri.

Sumber:
Cerita Rakyat Indramayu
Tembang Bujangga Kidung Saidah Saeni
Tarling Endang Darma, Layung Sari Saidah Saeni
Bukan Cerita Fakta Sejarah.

Minggu, 05 Mei 2019

BUAT PERJALANAN MUDIK SEBAGAI PERJALANAN REKREASI YANG MENYENANGKAN

Untuk bisa menikmati perjalanan mudik tentunya kita harus punya langkah yang tepat mewujudkannya,

1. Planning perjalanan yang baik.
Menyusun rencana perjalanan mudik agar aman dan nyaman selama di perjalanan, diantaranya:
a. Waktu keberangkatan yaitu sebelum shubuh atau sesudah shubuh, atau antara jam 3 s.d jam 5 pagi, untuk menghindari kemacetan.
b. Pastikan kondisi tubuh dalam keadaan sehat dan stabil.
c. Persiapkan barang bawaan yang diperlukan, tidakmelebihi kapasitas.
d. Pastikan kondisi kendaraan dalam kondisi baik.

2. Santai dan nikmati perjalanan mudik
Ketika menempuh perjalanan di jalur mudik hendaknya tidak terpengaruh atau terbawa emosi oleh pengendara lain,tetapbersikapdan berkendara dengan baik. Nikmati perjalanan anda, jangan tergesa-gesa ingin cepat sampai tujuan, karena kebanyakandiantara para pemudik tergesa-gesa sehingga memacu kendaraan terlalu cepat dan mengabaikan ritme istirahat. Hindari juga 'pengendara Emak-emak" yang kadang ngasih sen kekiri lalu dia belok kanan.

3. Perhatikan Faktor Keamanan dan Kenyamanan
Selain perlengkapan keamanan dan kenyamanan berkendara seperti halnya: Helm berstandar, pakaian dan jaket yang sesuai, sarung tangan dan masker pelindung debu dan asapkendaraan, dan sepatu. Faktor keamanan dan kenyamanan lainnya mengenali rute dan jalur mudik yang akan ditempuh. Karena beberapa tempat dijalur mudik adalah minim penerangan, dan ada juga yang kondisi jalannya tak terlalu lebar dan berlubang, bahkan ada beberapa tempat dijalur mudik yang rawan kejahatan.

4. Istirahat Secara Berkala di Tempat Peristirahatan yang Tepat
Jangan memaksakan diri untuk terus berkendara karena ingin cepat sampai tujuan, tentukan ritme istirahat maksimal tiga jam sekali, dan crilah tempat istirahat yang nyaman dan teduh. Beberapa SPBU menyediakan fasilitas tempat ibadah, toilet, dan Rest Area bagi para pemudik. Danbeberapa Masjid-masjid besar yang halaman parkirnyaluas juga biasanya pihak marbot menyediakan tempat istirahat bagi para Pemudik.

5. Hindari Perjalanan Pada Hari Minggu
Beberapa daerah di jalur mudik punya tradisi pasar tumpah pada hari minggu, terutama daerah Indramayu dan Cirebon, seperti Pasar Mingguan Tegal Gubug, Pasar Minggu Palimanan, Mingguan Ning Jatibarang, Pasar Eretan, dan banyaklagiyang lainnya.

6. Bawa Perlengkapan Selfy dan Gadget
Untuk mengisi waktu senggang selama perjalanan mudik, dan mengabadikan moment langka dalam perjalanan maka jangan lupa bawa selalu HP, Charger, dan power bank.
Ketika Diri Berasa Sepi Maka CVoba Lakukan Selfy.
Selamat Mudik Happy...!

Kamis, 02 Mei 2019

Tempat Paling 'Istagramable' di Jalur Mudik Indramayu-Cirebon

1. Masjid Syech Abdul Manan, Islamic Centre Indramayu



Terletak di jalur utama Jakarta - Indramayu - Cirebon, tepatnya di Bunderan Mangga, Simpang Lima Pekandangan, Indramayu, dan akses jalannya sangat mudah. Masjid yang cukup besar dan megah dengan ornamen masjid dibuat sangat apik dan mengesankan arsitektur timur tengah. Dengan pelataran parkir yang cukup luas sehingga mampu menampung cukup banyak kendaraan.
Di halaman Masjid terdapat taman air mancur yang jika malam hari kelihatan airnya seperti menyala karena sorot lampu LED.
Masjid ini dihiasi tiga kubah, dan kubah yang terbesar berada ditengah diapit dua kubah yang lebih kecil, serta ada empat menara yang menjulang di empat sudutnya.

2. Pantai Tirtamaya
Tiket masuk Pantai Tirtamaya hanya Rp 10.000 per orang, sangatlah menyenangkan untuk bersantai dipagi hari ketika matahari terbit. ada fasilitas masjid lengkap dengan mukena dan sarung dan beberapa toilet serta tempat berwudlu.


3. Gua Sunyaragi
Komplek gua ini menyuguhkan seni arsitektur unik, filosofi budaya lokal terasa sangat kental serta diselimuti suasana mistis karena zaman dahulu tempat ini dijadikan tempat bersemedhi.


Serunya Mudik dan Touring di Jalur Arteri Jakarta–Cirebon Karena Memiliki Tempat yang Istagramable

Jalur mudik Jakarta - Cirebon dan Jawa Tengah masih menjadi favorit bagi pemudik dan atau Touring yang menggunakan sepeda motor. Pemudik sepeda motor yang melewati jalur kali malang bisa memilih Masjid Jami' Al Azhar (Blue Mosque) sebagai Rest Area terutama ketika memasuki waktu sholat, karena masjid tersebut berukuran cukup besar dan memiliki ruang ibadah yang bagus, fasilitas yang bagus termasuk tempat ngopi dan makan, memiliki tempat parkir yang cukup luas, dan letaknya persis di sisi jalur mudik jakarta - bekasi, di Jl. KH. Noer Ali, Jaka Sampurna Kota Bekasi.

Lalu pemudik memulai perjalanan dengan menyusuri jalur mudik Bekasi - Karawang, dan pemudik bebas memlilih keluar di ruas jalur simpang jomin Cikampek, atau mau memilih jalur alternatif  Jl. Syech Quro Blanakan dan keluar di ruas jalur Ciasem, setelah itu dilanjutkan menuju Indramayu.
Jika memilih Jalur Karawang - Cikampek, disarankan untuk tidak melewati Kota Karawang dikarenakan ada beberapa pasar tumpah (tradisional) dan dipusat kota Karawang di jalur ini ada Mall yang rawan macet, maka pilihlah jalur karawang baru  (Jalur Krasak) yang 'view' nya pesawahan warga, karena jalur ini memiliki jalur alternatif Rest Area yang dilengkapi toilet, ruang sholat, dan tempat makan dan ngopi yaitu di beberapa SPBU, atau di Masjid-masjid di sepanjang jalur mudik.
Lepas dari wilayah Karawang, pemudik lalu melewati jalur Subang yang memiliki 'view' sawah yang bisa dijadikan tempat Selfy untuk melepas lelah, dan setelah melewati Jembatan Kali Sewo yang banyak sekali peminta-minta yang membawa sapu lidi dan ranting pohon, pemudik kemudian masuk wilayah Indramayu.
Jalur Indramayu memiliki banyak tempat yang 'istagramable', di jalur ini banyak terlihat areal pesawahan yang luas dan ada beberapa Pantai yang terletak persis di sisi jalur mudik, salah satunya Pesona Laut tepatnya di Desa Kali Menir Indramayu yang bisa di jadikan Rest area dan tempat 'Selfy'. Bagi Para pemudik sangat disarankan untuk melewati jalur Kota Indramayu, karena Kota Indramayu sangat jarang macet dan Jalur Indramayu juga memiliki tempat-tempat yang unik untuk disinggahi, sangat cocok bagi para Selegram, dan pengguna Media Social yang sekarang lagi marak, tempat-tempat tersebut diantaranya:
1. Masjid Islamic Centre Indramayu
2. Muara Sungai Cimanuk, Pendopo Wiralodra, dan Masjid Agung Indramayu (satu tempat)
3. Pantai Karangsong, Pantai yang memiliki hutan bakau yang luas dan jalan ke arah pantai adalah       Pelabuhan besar kapal ikan nelayan tradisional, dan pusat pembuatan perahu tradisional.
4. Pantai Tirtamaya (berada 50 meter dari Jalur Mudik Indramayu)
5. Pantai Glayem (200 meter dari jalur mudik Indramayu)
6. Pantai Dadap Karangampel.
7. Gunung Djati (Giri Amparan Djati) Cirebon
8. Keraton Kasepuhan Cirebon
9. Goa Sunyaragi Cirebon (letaknya di sisi jalur mudik Cirebon)

Ketika sudah sampai di jalur Cirebon, disamping di rekomendasikan tempat-tempat seperti yang penulis sebutkan diatas, ada beberapa Kuliner yang pantas untuk dicicipi.
Kuliner khas daerah Cirebon bisa menjadi solusi yang menarik untuk menghilangkan kepenatan setelah menempuh perjalannan yang panjang dengan lalu lintas yang padat. kuliner-kuliner tersebut diantaranya:
1. Empal Gentong (yang terkenal empal gentongnya Mang Darma dan Mang Apud)
2. Nasi Jamblang
3. Nasi Lengko
4. Tahu Gejrot
5. Sate Junti (Indramayu)
6. Rumbah Darinih

Setelah melewati Cirebon, Pemudik menuju ke wilayah Jawa Tengah lewat jalur alternatif dengan melewati Jl. Batangsari - Ketanggungan - Slawi - Randu dongkal - Bantar bolang - Kebon agung - Wonotunggal - Sukorejo - Boja - Ungaran - Semarang - dan Solo.

Selamat Mudik,
Jaga Selalu keamanan dan kenyamanan berkendara


Sumber:
Pengalaman Pribadi jadi Pemudik Bersepeda Motor selama 8 tahun